Saya termasuk penggemar kroket. Jajanan satu ini sangat mudah dijumpai di toko kue di mana saja. Biasanya saya beli kroket di pasar tradisional langganan saya. Di sana ada dua toko kue yang menjadi favorit saya kalau beli kroket. Kroket dari kedua toko itu sama enaknya,mungkin saja pemasoknya sama 
Umumnya kroket yang kita kenal adalah kroket kentang,yaitu kroket dengan bahan dasar kentang,diisi dengan ragout dari daging atau ayam. Kata mama saya,asalnya kroket itu dibuat dengan bahan dasar tepung terigu. Kroket kentang adalah modifikasi kroket terigu tadi,namun pada perkembangannya justru kroket kentang ini lebih populer.
Sekali sekali saya ingin juga merasakan kembali kroket terigu. Kroket ini juga dikenal dengan sebutan kroket londo. Kroket londo masih cukup populer di Solo dan Salatiga. Karena di sini agak susah cari kroket londo, ya udah bikin aja sendiri.
Cari-cari resep di buku resep mama, inilah kroket londo ala saya. Seperti biasa, saya kalau memasak tidak pernah mencontek abis sesuai resep,selalu ada modifikasi. Biasanya sih modifikasi terjadi karena ketersediaan bahan yang ada,hehe. Khusus kroket londo,aslinya bumbunya ga pakai bawang putih. Cuma bawang merah aja. Nah khusus yang ini saya ga ingin modif.

Kroket
Bahan:
250 gram daging sapi (sengkel),rebus bersama sedikit garam dan merica, setelah empuk dan matang disuir-suir halus. Kentalkan air kaldunya sampai sekitar 60 -75 ml.
150 gram tepung terigu, sangrai sambil diaduk sampai agak berubah warna menjadi kecoklatan.
300 cc susu cair.
12 siung bawang merah,cincang halus (saya emang royal pakai bawang,lebih sedep rasanya)
1 sdt garam
1 sdt merica,dihaluskan(saya pakai merica yang ditumbuk,bukan merica bubuk siap pakai.Lebih wangi)
1/2 butir pala,dihaluskan
1 sdt gula pasir
50 gram keju parut
60 gram butter (kalau ga ada boleh diganti margarin) untuk menumis.
2 kuning telur.
2 putih telur kocok lepas.
tepung panir untuk menggoreng (bagusnya pakai tepung panir biasa,bukan yang kasar seperti tepung tempura,tapi karena dirumah cuma ada tepung panir kasar,ya pakai itu)
Cara membuat:
Panaskan butter atau margarin,tumis bawang merah sampai harum dan layu, masukkan suiran daging, aduk rata, tambahkan gula, garam, merica, dan pala. Aduk.
Tambahkan susu cair dan air kaldu daging, aduk, biarkan hingga mendidih.
Sedikit sedikit tambahkan terigu sangrai sambil diaduk terus sampai rata dan licin. Gunakan api kecil.Masukkan kuning telur dan keju parut, aduk. Bila adonan terasa kasar atau berbutir,tambahkan butter sedikit-sedikit sampai adonan licin. Masak sampai matang.
Angkat, dinginkan, lalu pulung adonan membentuk lonjong (besarnya sesuai selera). Gulingkan dalam putih telur, lalu gulingkan dalam tepung panir. Ulang proses memanir sekali lagi. Simpan sebentar di lemari pendingin.
Goreng adonan dalam minyak panas yang banyak sampai warnanya kecoklatan. Kalau bikin kroketnya banyak, saring minyak sesekali untuk memisahkan sisa tepung panir yang larut. Sisa panir ini bisa membuat kroket cepat kosong.
Sajikan kroket dengan saus sambal/mayones/saus tomat.
Setelah jadi,rasanya mirip dengan bitter ballen, tetapi tetep gurih dengan wangi spicy yang khas. Rasanya jelas beda dengan kroket kentang,karena gurihnya daging tersebar merata. Enak banget disajikan waktu hangat, buktinya hubby langsung habis lima potong,hehe. Oh ya,daging sapi boleh diganti dengan daging ayam rebus. Sama enaknya.
Enjoy!
Pas natal 2010, saya membuat Ayam Kodok, resep yang (sumpeh susah banget bikin ini) jadi kebanggaan mama saya.
Yup. mama saya jago banget bikin Ayam Kodok.
Rasanya tetep aja lebih enak punya mama (menurut saya), tapi kata Mama, buatan saya udah cukup enak kok.. makasih ya mama ..
Resepnya sebetulnya mudah dan simpel, yang sulit dan ribet adalah menguliti ayamnya tanpa membuat kulit ayam jadi robek. Dan untuk pekerjaan ini saya dibantuin sama kakak ipar saya yang buaeeek jadi hasilnya rapi dan bagus…makasih ya Mbak.

Ayam Kodok
Bahan Ayam Kodok:
1(satu) ekor ayam utuh, berat 1 kg
400 g daging sapi cincang
500 g daging ayam cincang
1 butir bawang Bombay diiris halus
5 siung bawang putih, dirajang
3 siung bawang merah, dirajang
3 sdm margarine untuk menumis
1 butir telur ayam besar, kocok lepas
2 lembar roti tawar, direndam dalam susu sampai hancur lalu diperas.
1 sendok teh merica bubuk
½ sendok teh pala halus
1 ½ sendok teh kecap inggris
10 butir telur puyuh rebus, kupas kulitnya.
Garam dan gula secukupnya
Saus:
½ butir bawang Bombay
500 ml air kaldu
5 siung bawang merah,dirajang
3 siung bawang putih, dirajang
2 sdm kecap manis
1 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh pala bubuk
½ sendok the kecap inggris
Gula dan garam secukupnya
1 butir tomat, buang bijinya, iris halus.
2 sendok makan maizena, campur dengan 2 sendok makan air.
Pengoles (campur semua bahan jadi satu):
3 sdm margarine
5 sendok makan kecap manis
1 sendok makan madu
3 siung bawang putih, haluskan.
Garam, merica bubuk dan pala bubuk secukupnya
Pelengkap: kentang goreng, wortel (diiris dan direbus), buncis (dipotong-potong dan direbus), daun selada, tomat untuk garnish
Cara membuat:
Lepaskan kulit ayam dengan hati-hati dengan membuat irisan di dada ayam, gunakan pisau kecil.
Pisahkan daging ayam dari kulitnya, termasuk bagian paha. Tinggalkan bagian ujung sayap, nanti yang tertinggal hanya kulit dan ujung sayap. Bumbui kulit ini dengan campuran garam, merica dan pala bubuk. Sisihkan.
Daging ayam yang sudah dilepas tadi dipisahkan dari tulangnya, giling halus sampai mendapatkan 500 gram.
Tumis bawang putih, bawang Bombay, dan bawang merah sampai harum dengan mentega, lalu campurkan dengan daging ayam giling, daging sapi cincang. Tambahkan kecap inggris, kocokan telur, roti, merica, pala, garam dan gula. Aduk sampai rata.
Isikan adonan ini ke dalam kulit ayam, letakkan /tata telur puyuh rebus di dalamnya, tutupi lagi dengan adonan sampai habis. Jahit kulit ayam dan bentuklah sedemikian rupa sehingga kembali menyerupai ayam utuh.
Saya sudah menjahit sebagian kulitnya sebelum diisi, sehingga saat diisi bisa sekalian membentuk ayamnya. Kalau ada bagian yang robek segera jahit. Gunakan benang warna gelap (biar gampang ngambilnya lagi).
Kukus ayam kodok selama 1 jam. Angkat, letakkan di loyang lalu oles dengan bahan pengoles. Panggang selama 30 menit. Selama dipanggang sekali-sekali dioles kembali dengan bahan pengoles.
Saus:
Tumis bawang putih, bawang Bombay dan bawang merah dengan margarine sampai harum. Masukkan air kaldu, merica, pala, garam, gula, kecap manis, kecap inggris dan tomat. Masak sampai mendidih dan rasanya pas, tambahkan larutan maizena untuk mengentalkan kuah. Masak sampai mendidih, angkat.
Penyajian:
Letakkan ayam kodok dalam piring berhias daun selada.
Sajikan bersama pelengkap yaitu kentang goreng, wortel rebus, buncis rebus.
Hidangkan bersama saus tomat dan saus sambal.
(Biasanya awak akan menambahkan cabai rawit giling dalam adonan isi biar pedes menggigit, namun karena maag awak lagi kambuh, jadi pakai merica aja lah)
Resep ini juga di post di blog saya yang lain: http://luvjoy.blogdetik.com
Suatu sore saya kehabisan ide untuk memasak. Sejak asisten ga ada, saya yang jarang masak harus rajin putar otak untuk menyajikan menu yang tidak membosankan. Saat itu di kulkas tinggal ada daging dada ayam dan daun bayam mentah. Tahu dan tempe habis. Mau masak telur kok bosen. Mau belanja ke supermarket kok males luar biasa,karena toh keesokan harinya adalah hari sabtu,harinya saya belanja.
Di kulkas masih ada sisa sedikit butter. Ah, butter memberi saya ide. Kenapa saya nggak coba membuat chicken Kiev? Googling sebentar resepnya, dan langsung saya siapkan bahan Chicken Kiev kreasi saya.
Chicken Kiev adalah masakan yang asalnya dari salah satu negara mantan anggota Uni Soviet,Ukraina. Menurut oom Gugel Chicken Kiev ini diciptakan oleh seorang koki asal Perancis sebagai persembahan untuk Permaisuri Rusia pada abad ke 18. Konon sang Permaisuri saat itu tergila-gila pada cita rasa masakan Perancis. Sekilas,Chicke Kiev ini cara pengolahannya mirp dengan Chicken Cordon Bleu, masakan daging dada ayam yang diisi dengan daging asap dan keju. Bedanya, Chicken Kiev ini berisi potongan mentega dingin dan sayuran. Pengolahannya dibumbui tepung roti lalu digoreng atau bisa juga dipanggang.
Di resep dr Google, sayuran yang digunakan adalah daun dill ,bisa juga daun parsley. Karena di rumah saya hanya punya bayam, maka saya menggunakan bayam tersebut untuk isian. Aslinya daging dada ayam yang digunakan tidak dibumbui lebih dahulu. Tetapi karena saya ngga ingin rasa ayamnya jadi tawar,maka sebelum diolah, ayamnya saya bumbui terlebih dahulu.

Chicken Kiev a la Luvjoy
Bahan:
2 potong daging dada ayam tanpa kulit dan tulang, dibumbui dengan bumbu dibawah ini, diamkan 30 menit.
Bumbu untuk marinating:
3 siung bawang putih, dihaluskan
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh cabai bubuk
garam secukupnya
Isian :
100 gr butter dingin
3 siung bawang putih,rajang kecil2 halus,ditumis sebentar saja (30 detik)
1 sendok makan oregano bubuk
1/2 ikat daun bayam;bersihkan, ambil daunnya saja dan dirajang halus.
Pelapis:
3 sendok makan tepung terigu,bubuhi sedikit garam dan merica bubuk.
1 butir telur ayam kocok lepas
tepung roti secukupnya
Cara membuat:
Campur rata butter dingin,tumisan bawang putih,oregano,rajangan daun bayam,dan sedikit garam, bagi 2, sisihkan.
Buat irisan di bagian samping dada ayam yang sudah dibumbui tadi menggunakan pisau kecil, buatlah semacam ‘kantong’ pada bagian dalam dada ayam tersebut untuk mengisikan adonan butter.
Isikan campuran butter dan bayam ke dalam dada ayam, gunakan sumpit untuk memasukkan. Padatkan isian dan rapikan bentuknya, jahit lubang yang menganga supaya mentega tidak meluber keluar saat digoreng.
Gulingkan ayam kedalam campuran pelapis tepung terigu sampai rata, lalu gulingkan ke kocokan telur. Terakhir balut dengan tepung roti. Simpan di kulkas selama 15 menit.
Goreng dalam minyak panas dan banyak sampai berwarna kuning keemasan, usahakan jangan terlalu sering membolak baik ayam selama menggoreng. Sebelum disajikan, lepaskan benang jahitan.
Sajikan hangat dengan mengiris bagian tengah Chicken Kiev, nikmati aroma mentega cair yang meleleh keluar,harum bawang putih dan oregano yang hmmmmm….sungguh menggoda selera.
Sumpah, Chicken Kiev walaupun cuma diisi bayam, tetep enak banget!
Juga dipost di my other blog : http://luvjoy.blogdetik.com
This is a very simple recipe of Ayam Kecap, but it tastes great! Just try.
Kenapa tidak pakai bawang putih/bawang merah? Karena kehabisan (kayaknya cuma emak-emak yang parah deh sampai kehabisan bawang :D ). Untungnya masih ada bawang bombay , hehehe, dan rasanya teteeeupp
enak (kata misua).
Ayam Kecap
Bahan:
1/2 ekor ayam kampung/negeri, potong serasi, tusuk-tusuk dengan garpu,marinate dengan kecap manis dan garam secukupnya. Diamkan 15-30 menit.
1 buah bawang bombay besar,iris kasar.
5 sendok makan kecap manis
1 1/2 sendok teh merica bulat,tumbuk halus
1/2 butir pala dihaluskan
1 sendok teh kecap inggris
4 sendok makan madu (optional)
2 sendok makan margarine untuk menumis
garam secukupnya.
Cara Membuat:
Tumis bawang bombay dengan margarine sampai harum, masukkan potongan ayam, aduk sebentar. Tuangkan kecap manis, madu, merica, pala,kecap inggris dan garam, aduk-aduk sampai airnya keluar.
Tambahkan 1 gelas air (250 cc), masak ayam sampai bumbu meresap, ayam berwarna coklat, dan airnya hampir habis. Bumbu ayam akan menjadi kental.
Hidangkan ayam kecap disiram bumbu kental tadi. Hmmm…Sooo yummy..
Postingan ini pernah dimuat di blog saya yg lain: http://luvjoy.blogdetik.com
Postingan kali ini lagi-lagi tentang makaroni. Iya, saya masih punya persediaan makaroni yang cukup banyak,
Kali ini saya akan share resep Makaroni Skutel Panggang dengan variasi Bayam. Membuatnya mudah, pasti disukai (halah) dan yang jelas, sehat, kan ada sayurannya.

Makaroni Skutel Bayam
Makaroni Skotel Bayam (resep untuk 2-3 orang)
Keperluan:
100 gram makaroni, rebus dengan 1/2 sendok teh garam dan sesendok makan minyak sampai al dente, tiriskan.
1 siung bawang bombai (kalau nggak ada bisa diganti dengan 6 siung bawang merah, enak juga lo)
2 siung bawang putih
1 kaleng kornet sapi (198 gram)
1 ikat daun bayam, dirajang
5 sendok makan saus tomat
1 sendok teh merica tumbuk
1/2 butir pala, dihaluskan
1 sendok teh kecap manis
1/2 sendok teh garam
3 sendok makan saus cabai (kalau suka pedas)
1 sendok teh kecap inggris
50 gram keju parut quickmelt(optional)
3 butir telur, kocok lepas
4 sendok makan terigu
2 sendok makan margarin untuk menumis terigu
200 ml susu cair
Cara Membuat:
Tumis bawang bombai dan bawang putih dengan minyak/margarin sampai harum, tambahkan kornet, saus tomat, saus sambal, pala, kecap inggris dan kecap manis, aduk sampai rata. Tambahkan daun bayam rajangan, keju parut dan garam. Aduk hingga rata, cicipin dulu udah pas rasanya atau belum :p , matikan api. Campur dengan kocokan telur sampai rata. Sisihkan.
Panaskan margarin, tuangkan tepung terigu, aduk cepat sampai tidak bergumpal. Tambahkan susu cair sedikit sedikit sambil diaduk sampai adonan licin dan merata. Angkat dari api.
Campurkan adonan terigu-susu dan makaroni, aduk. Masukkan ke loyang segiempat ukuran 8 x 25 x 6 cm (atau wadah pyrex bulat/lonjong yang sesuai). Panggang dalam oven 180 derajat selama 40 menit.
Sudah matang? Angkat dan sajikan hangat bersama saus tomat/saus sambal.
Versi makaroni yang ini lebih padat karena saya tidak menggunakan banyak susu dan telur. Di samping itu saya lebih suka yang begini, lebih tahan lama disimpan. Kalau mau agak lunak/nyemek takaran susu ditambah menjadi 300 cc, dan telurnya tambah 1 lagi. Garam/lada disesuaikan seperlunya.
Cocok buat bekal si kecil dan bapaknya yang merasa kurang setelah disantap untuk makan malam.
Porsi hidangan ini ngepas buat 2 orang dewasa yang makannya banyak (+ 1 anak kecil). Kalau mau memasak untuk orang yang lebih banyak, tinggal didobel saja resepnya.
Kornet bisa diganti daging atau ayam giling yang dimatangkan dulu sebelum bayamnya masuk. Kenapa saya pakai kornet? Karena itu yang ada di kulkas hee (mrgreen)
Enjoy!
How do you serve macaroni as a dish? Dibikin sup, bisa. Atau dibuat makaroni panggang/kukus. Makaroni juga bisa diolah menjadi hidangan snack yang mudah dan cepat dibuat.

Perkedel Tuna Makaroni
100 gr makaroni, rebus dengan sedikit garam sampai matang, tiriskan.
1 kaleng kecil ikan tuna in oil (185 gram)
Bumbu halus:
4 buah cabai merah, dihaluskan
1/2 sendok teh merica bubuk
3 siung bawang putih
2 siung bawang merah
Pelapis:
3 butir telur, kocok lepas
3 sdm tepung terigu, encerkan dengan 3 sdm air
Proses:
Campurkan makaroni, tuna, bumbu halus, dan telur.
Campurkan larutan tepung terigu ke dalam adonan, aduk rata.
Panaskan minyak dalam wajan, ambil adonan sesendok demi sesendok, tuang dalam wajan, goreng hingga warnanya kecoklatan.
Sajikan dengan sambal /saus botolan.
Memasak masakan istimewa untuk keluarga tidak memerlukan menu yang terlalu sophisticated. Menu sederhana juga bisa jadi menarik dan menggoda selera. Coba ingat-ingat waktu kita kecil, tidak yang menyangkal bahwa sebetulnya tiap sajian yang dibuat oleh Ibu kita dulu selalu terasa enak dan menyenangkan bukan? Walau pun misalnya yang dimasak hanya nasi putih dan telur ceplok serta kecap, rasanya tetap lezat karena memang tidak ada yang lebih mengerti selera kita ketimbang Ibu tercinta.
Apalagi bila Ibu kita menyajikan makanan dengan begitu menarik, tentunya semakin menerbitkan air liur kita yang tak sabar ingin segera mencicipinya.
Bagi yang sering mencicipi kuliner di berbagai restoran, apalagi yang (beruntung) pernah mencicipi makanan a la fine dining, mungkin pernah menemukan bahwa hidangan yang sederhana bisa terlihat begitu menarik dan menggiurkan, menerbitkan selera siapapun yang melihatnya. Harganya pun jadi berlipat. Contohnya saya pernah menemukan singkong rebus plus gula merah yang ditata dengan sangat cantik di sebuah restoran di Solo,dengan harga seporsinya Rp 17.000 (whew..). Singkong rebusnya dihaluskan dan dicampur dengan gula merah, lalu dibentuk seperti tabung dengan diameter 7 cm dan tinggi sekitar 10cm. Disajikan di piring datar lebar dan diberi garnish buah strawberry dan saus coklat dan gula merah. Sungguh sangat cantik, sekilas seperti dessert mewah. Siapa mengira itu cuma singkong?
Penyajian yang menarik seperti ini membangkitkan selera orang untuk mencoba menu atau datang kembali ke restoran tersebut.
Penyajian yang istimewa juga bisa diterapkan untuk hidangan yang kita masak sehari-hari untuk orang-orang tercinta. Masakan yang biasa bisa terlihat lebih istimewa bila kita sajikan dengan sedikit berbeda.
Sekali waktu saya menyajikan lauk pauk di meja makan tidak ditempatkan di wadah lauk untuk diambil dengan sendok, melainkan langsung di piring saji. Jadi seperti berasa makan di restoran mewah gitu deeeh… hehehe
Sebagai contohnya sehari setelah Valentine kemarin, saya membuat bistik Jawa untuk suami. Lho kok sehari setelah Valentine? Sumpah, saya gagal memasak di hari Valentine karena hari itu mertua saya sudah membawakan makanan yang banyaaaak sekali. Sebagai kejutan, keesokan harinya saya siapkan bistik pesanannya. Hidangannya sengaja saya siapkan langsung di piring saji, biar beliau nggak repot mesti ngambil ngambil lagi.

Bistik Istimewa
Bistik (serasa) Istimewa dengan pelengkapnya. Yaitu saus, wortel, buncis rebus, dan telur asin. Serta saus sambal sebagai garnish. Karena wong jowo, makannya tetep pakai nasi, bukan kentang
***
Jangan lupa, sering kali kita para Ibu membeli peralatan makan (dining set/tea set) mahal karena tertarik dengan keindahannya, namun pada akhirnya berakhir di lemari pajangan karena kita merasa sayang menggunakannya. Paling sesekali saja dikeluarkan saat ada tamu yang tergolong istimewa datang berkunjung. Selebihnya piring dan cangkir itu dibiarkan menghuni lemari pajangan.
Ibu saya (dulu) juga penganut paham itu. Beliau memang mengoleksi peralatan makan keramik bergaya aristokrat yang dibeli sedikit demi sedikit selama puluhan tahun. Sebagian besar peralatan makan itu memang menjadi barang pajangan. Jarang sekali dipakai. Namun sekarang ketika beliau tinggal menikmati hari tua dengan ayah saya, beliau mengeluarkan alat-alat makan mahal yang selalu beliau simpan dan memakainya setiap hari bersama ayah. Well, Ibu saya mengatakan bahwa seharusnya ia melakukan itu sejak dulu. It’s OK mom, better late than never, ya kan.
Menurut Ibu saya, keluarga kita adalah orang yang paling dekat di hati, dan mereka layak dijamu dengan hidangan terbaik yang disajikan dengan piring dan gelas terbaik yang kita miliki.

Tempe Goreng Tepung
Di atas adalah snack Tempe goreng tepung. Piringnya milik Ibu saya, usianya lebih dari 15 tahun. Wadah saus kacangnya saya beli di Joger – Bali, waktu bulan madu dengan suami.
***
Untuk anak saya yang tergolong pricky eater/susah makan, setiap hari saya harus memutar otak memikirkan bagaimana supaya si kecil mau memakan sayuran dan lauk penuh gizi yang sudah disiapkan untuk bekal sekolahnya. Asal tau aja, si kecil itu susahnyaaaa minta ampun kalau disuruh makan sayuran. Bekal sayurannya sering tidak dimakan. Mudah bosan dengan bahan makanan tertentu. Tetapi setelah saya mencoba mengubah tampilan bekal dan makanannya menjadi lebih menarik, dia bisa mengatakan bahwa sayuran itu enak.
Sedikit kerja keras dan kreativitas diperlukan, tapi bukankah itu serunya menjadi Ibu?

Bekal Lucu
Ini adalah contoh menu bekal si kecil, telur dadar gulung, tempe goreng, dan wortel manis rebus. Nasinya dicetak bentuk hati dengan cetakan kue kering.
Kalau membuat sup, wortel dan kentangnya diiris bentuk bulan atau bintang dengan cetakan kue kering ukuran kecil
(Saya jadi ingat zaman perpeloncoan dulu waktu disuruh bawa tempe bentuk bintang oleh kakak senior, ga jauh beda dengan sekarang, bedanya kali ini dilakukan dengan penuh cinta dan kerelaan hati)
Dengan penyajian yang menarik, setiap hari bisa serasa makan di restoran fine-dining. Kita bisa menggunakan bahan-bahan yang murah untuk membuat hidangan lebih menarik dan istimewa untuk orang-orang tercinta. Garnish bunga bisa dibuat dari kulit buah tomat atau cabai merah. Daun parsley dan selada sangat cocok untuk menghias hidangan. Saus tomat atau sambal bisa jadi sentuhan menarik bila di’lukis’ diatas hidangan.
Setiap hari adalah hari istimewa untuk orang tercinta. Mereka berhak menikmati hidangan terbaik yang disajikan dengan cara terbaik yang bisa kita berikan.
Tulisan Ini diikutsertakan dalam lomba Sajian Istimewa masukdapur.blogdetik.com